Di awal karier, banyak orang dihadapkan pada satu dilema: lebih baik mengejar gaji tinggi atau fokus mengembangkan skill terlebih dahulu?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi fresh graduate atau mereka yang baru masuk ke dunia kerja. Di satu sisi, kamu membutuhkan penghasilan untuk bertahan. Namun di sisi lain, kamu juga menyadari bahwa skill adalah investasi jangka panjang.

Lalu, mana yang seharusnya diprioritaskan?

Gaji dan Skill: Dua Hal yang Sering Dipertentangkan

Sebenarnya, gaji dan skill bukan dua hal yang harus dipilih salah satu. Namun di awal karier, kamu sering kali tidak mendapatkan keduanya secara maksimal sekaligus.

Gaji: Kebutuhan Jangka Pendek

Gaji adalah hasil langsung dari pekerjaan yang kamu lakukan. Dengan gaji, kamu dapat:

•  Memenuhi kebutuhan hidup

•  Menabung

•  Mencapai kestabilan finansial

Di fase awal karier, hal ini tentu penting terutama jika kamu sudah memiliki tanggung jawab finansial.

Skill: Investasi Jangka Panjang

Berbeda dengan gaji, skill adalah sesuatu yang dibangun seiring waktu. Skill yang kuat akan:

•  Membuka lebih banyak peluang kerja

•  Meningkatkan nilai jual di pasar kerja

•  Memudahkan kamu untuk berkembang ke level berikutnya

Dengan kata lain, skill merupakan fondasi utama dalam pertumbuhan karier jangka panjang.

Kesalahan yang Sering Terjadi di Awal Karier

Banyak orang terjebak pada salah satu ekstrem.

1.  Terlalu Fokus pada Gaji

Memilih pekerjaan hanya berdasarkan nominal, tanpa mempertimbangkan peluang pengembangan skill.

Akibatnya:

•  Pekerjaan terasa stagnan

•  Sulit berkembang

•  Saat ingin berpindah kerja, skill belum cukup kuat

2.  Mengabaikan Gaji Sepenuhnya

Sebaliknya, ada juga yang terlalu idealis dan hanya fokus pada pembelajaran tanpa memperhatikan kebutuhan finansial.

Akibatnya:

•  cepat mengalami kelelahan mental

•  merasa kurang dihargai

•  sulit bertahan dalam jangka panjang

Jadi, Mana yang Harus Diprioritaskan?

Jawaban realistisnya: di awal karier, skill sedikit lebih penting daripada gaji, namun tetap perlu diseimbangkan.

Mengapa? Karena di fase awal:

•  Kamu sedang membangun fondasi

•  Kamu membutuhkan pengalaman

•  Kamu perlu memahami dinamika dunia kerja

Jika fondasi ini kuat, gaji akan mengikuti seiring waktu.


Cara Menentukan Pilihan yang Tepat

Agar tidak salah langkah, kamu dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut:

1.  Lihat Peluang Belajar

Tanyakan pada diri sendiri:
“Apakah pekerjaan ini membantu saya berkembang?”

Lingkungan kerja, mentor, dan jenis proyek memiliki peran yang sangat penting.

2.  Pastikan Gaji Tetap Masuk Akal

Tidak harus tinggi, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Jika terlalu rendah, kamu akan kesulitan untuk fokus dalam mengembangkan diri.

3.  Pikirkan 1–2 Tahun ke Depan

Jangan hanya melihat kondisi saat ini.

Coba bayangkan: Bagaimana posisi kamu dalam 1–2 tahun ke depan?

4.  Bangun Portfolio Sejak Awal

Apa pun pekerjaanmu, usahakan memiliki hasil nyata yang bisa ditunjukkan.

Portfolio akan menjadi bukti konkret dari perkembangan skill yang kamu miliki.

Kesimpulan: Prioritaskan Skill, tapi Jangan Abaikan Gaji

Gaji dan skill bukan untuk dipertentangkan, tetapi perlu diseimbangkan.

•  Gaji membantu kamu memenuhi kebutuhan saat ini.

•  Skill membantu kamu berkembang di masa depan.

Dengan strategi yang tepat, kamu tidak perlu memilih salah satu secara ekstrem.
Skill yang kamu bangun hari ini akan membuka lebih banyak peluang dan menentukan tingkat gaji kamu di masa depan.

Kesempatan Untuk Upgrade Skill Mu!

Mulai perjalanan belajarmu bareng mentor profesional dan project nyata!